Essien dan Cole Belum Bikin Persib Lebih Kuat

– Keberadaan dua pemain sekaliber Michael Essien dan Carlton Cole diharapkan bisa mendongkrak performa Persib Bandung di atas lapangan. Namun, kenyataan masih jauh dari harapan. Dua mantan pemain internasional berharga mahal itu tidak kunjung menunjukkan kualitasnya untuk membantu permainan Persib naik kelas.
Kekalahan 1-2 dari Bali united pada laga uji coba di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Sabtu 8 April 2017 menunjukkan bahwa keberadaan Michael Essien dan Carlton Cole tidak serta merta (atau mungkin belum) membuat Persib menjadi tim yang lebih kuat.
Masalah kebugaran lagi-lagi menjadi alasan yang dikedepankan oleh Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman. Menurut dia, kedua alumnus Chelsea itu masih berkutat dengan peningkatan kondisi fisik dan adaptasi. Padahal, sudah lebih dari dua pekan dua pemain itu bergabung dan mengikuti program latihan dengan Persib.

Kendati demikian, Djadjang tetap pasang badan atas dua pemain bintangnya itu. “Untuk penampilan pertama, cukup menjanjikan, tapi memang masalahnya kondisi mereka masih belum prima. Tapi dari segi visi dan kontribusi sudah ada,” ujar Djadjang.
Essien baru dimainkan pada awal babak kedua, sementara itu Carlton Cole masuk pada menit ke-78. Tetapi masuknya kedua pemain itu tidak mengubah permainan Persib secara signifikan. Satu-satunya momen yang akan dikenang dari kehadiran para pemain mahal itu tentulah aksi emosional Essien yang dengan penuh amarah berupaya mengejar pemain cepat Yabes Roni. Penyebabnya, mantan pemain internasional Ghana itu tak terima atas aksi sengaja Yabes menendang bola dengan keras ke arahnya.
Di luar insiden yang memancing keributan itu, Essien masih belum menunjukkan magisnya sebagai marquee player kelas dunia yang sudah merajai Inggris dan Eropa.

Selain performa dua pemain internasional yang belum kunjung normal, lambatnya transisi pemain untuk bertahan juga menjadi sorotan dalam performa buruk Persib sehingga untuk pertama kalinya dihajar Bali United di Bandung.Dua gol Bali United karya Irfan Bachdim dan Yabes Roni merupakan hasil serangan balik cepat yang gagal diantisipasi oleh para pemain Persib karena terlambat turun ke daerah pertahanan setelah asyik menyerang.
“Benar, transisi kami bermasalah. Sebenarnya itu sudah menjadi bagian latihan. Namun memang, para pemain juga kadang suka lupa. Itu menjadi pekerjaan rumah kami,” ujar Djadjang.
Laga kontra Bali United memang hanya sebuah uji coba yang tidak berdampak pada prestasi. Namun, sepekan menjelang bergulirnya Liga 1, pertandingan itu jelas bisa menjadi ukuran, seperti apa nantinya kesiapan Persib Bandung pada kompetisi sebenarnya.***

coachoutleta1.com 560bet Sumber: Pikiran Rakyat