Riyad Mahrez, dari Jalanan Menuju Gelar Juara

VIVA.co.id – Gelandang serang Leicester City, Riyad Mahrez, tampil sebagai pemain terbaik Liga Inggris musim ini. Performa impresif yang ditunjukkan pemain 25 tahun, mampu menyihir mata dunia. Bermain di klub yang bisa dikatakan medioker, Mahrez justru mampu mengangkat armada The Foxes jadi salah satu kekuatan baru di Inggris. Lewat penampilan apik di setiap laga, pemain asal Alzajair ini membawa Leicester ke ambang juara Liga Inggris musim ini. 17 Gol dan 11 assist yang dibuatnya di Liga Inggris musim ini, jadi bukti jika Mahrez bisa jadi salah satu gelandang papan atas Eropa. Padahal sebelumnya, tidak ada seorang pun yang tahu soal siapa Mahrez sebenarnya. Mahrez lahir di sebuah kota pinggiran Paris bernama Sacelles, 21 Februari 2016. Mahrez kecil memang sudah memperlihatkan bakatnya mengolah si kulit bundar, sejak usianya baru menginjak lima tahun. Setiap hari ia bermain bola di jalanan, di tempat yang terbilang kumuh dan cukup rawan kejahatan. Tapi, situasi itu tak menghentikan sepak terjangnya untuk menjadi pesepakbola andal. “Saya adalah seorang pemain sepakbola jalanan. Setiap haru saya melakukan keterampilan menggiring bola di jalan. Saya tidak berada di akademi (sepakbola) sampai usia saya 19 (tahun),” kenang Mahrez via Sky Sports . “Gambaran saya sebagai seorang anak yang selalu berada dengan bola. Itu sebabnya (badan) saya begitu kurus. Saya melewatkan makan malam dan ibu saya meninggalkan beberapa makanan dalam microwave ,” imbuhnya. Motivasi terbesar bagi Mahrez adalah nasihat dari sang ayah, Ahmed, yang juga merupakan pesepakbola amatir. Ahmed memberikan dukungan penuh kepada Mahrez, agar kelak bisa jadi pesepakbola besar. Sayang, dukungan sang ayah harus terhenti setelah penyakit jantung merenggut nyawanya di usia 54 tahun. Mahrez begitu terpukul kala itu. Ia seakan kehilangan dukungan dari orang yang sangat menginginkan dirinya menjadi seorang pemain hebat. “Sangat sulit kehilangan orang tua. Terutama ayah saya karena dia selalu berada di belakang saya. Itu adalah mimpinya, mimpi untuk saya bisa menjadi pesepakbola. Di mana saya sekarang, semuanya adalah untuk dia,” lanjut Mahrez. Kini, mimpi sang ayah seakan jadi kenyataan. Mahrez berhasil jadi yang terbaik di Liga Inggris. Selain itu, ia juga berada di ambang gelar juara bersama Leicester. Namun demikian, Mahrez tak lantas jumawa dan sadar jika perjuangannya belum usai. “Ini semakin sulit dan setiap pertandingan bukanlah mimpi. Terkadang sayang berpikir tentang (memenangkan gelar) untuk satu atau dua menit. Tapi kemudian saya menghentikannya. Saya bisa memikirkan itu setelahnya (pertandingan). Ini belum selesai,” ucapnya.

Sumber: VivaNews